Java mengeluarkan servlet untuk menyaingi popularitas aplikasi CGI pada waktu itu... yang bisa membuat pengembang (developer) aplikasi desktop mendistribusikan aplikasinya melalui jaringan internet. Keunggulan utama yang ditawarkan oleh servlet ini lebih kepada manajemen memori aplikasi yang berjalan. Satu aplikasi untuk semua request terhadapnya, sehingga jumlah client yang terkoneksi bisa lebih banyak....
Berikut ini merupakan gambaran sederhana dari aplikasi servlet ini....
/**
* Created on 22 february, 2008
* @author kadek surya pranata (kx.k_de@yahoo.com)
*/
package jeni;
import java.io.*;
import javax.servlet.*;
import javax.servlet.http.*;
public class Tes extends javax.servlet.http.HttpServlet{
public void doGet(javax.servlet.http.HttpServletRequest req, javax.servlet.http.HttpServletResponse res) throws IOException, ServletException{
res.setContentType("text/html");
PrintWriter out = res.getWriter();
String title = "Hello World";
out.println(title);
}
}
kelas ini ditempatkan pada lokasi $WEB_ROOT/WEB-INF/classes/jeni/Tes.java, secara umum aplikasi servlet memiliki struktur direktori seperti berikut ini :
$WEB_ROOT
--- WEB-INF
-------- web.xml
-------- classes
------------- paket
----------------- Kelas.java
--- index.jsp
kemudian berikut ini merupakan konfigurasi dari servlet pada file web.xml
<?xml version="1.0" ?>
<web-app>
<servlet>
<servlet-name>Hello1</servlet-name>
<servlet-class>jeni.Tes</servlet-class>
</servlet>
<servlet-mapping>
<servlet-name>Hello1</servlet-name>
<url-pattern>/Tes</url-pattern>
</servlet-mapping>
</web-app>
dengan servlet dimungkinkan untuk dapat membuat file class dapat dijalankan di browser client melalui jaringan. Untuk dapat menghasilkan file kelas dari file java dapat dilakukan dengan menjalankan perintah berikut ini :
javac -cp "$TOMCAT_HOME/common/lib/servlet-api.jar";"$TOMCAT_HOME/common/lib/jsp-api.jar";. jeni/Tes.java
perintah ini dijalankan pada lokasi $WEB_ROOT/WEB-INF/classes, untuk mempermudah dapat dengan menggunakan file script sehingga apabila melakukan modifikasi lebih lanjut dapat dikompilasi kembali menggunakan script yang sama. Apabila berhasil nanti akan dihasilkan satu file kelas dengan nama Tes.class di lokasi $WEB_ROOT/WEB-INF/classes/jeni/Tes.class. Untuk mempermudah proses kompilasi ini oleh pengembang java telah dibuatkan satu builder tool dengan nama ANT.
Terakhir untuk melihat hasilnya dapat dengan menjalankan tomcat kemudian buka browser dengan alamat http://localhost:8080/$WEB_ROOT/Tes.
Ini mungkin sedikit gambaran mengenai servlet yang penulis pelajari, semoga bisa membantu...
Kamis, 28 Februari 2008
Selasa, 19 Februari 2008
Antara HAKI dan Nasionalisme
Gema HAKI saat ini begeitu hangat dibenak mereka yang telah banyak berpartisipasi terutama dalam pengembangan pendidikan dan tekonolgi saat ini. Banyak karya yang mereka hasilkan kini dipertaruhkan di meja hijau demi mendapatkan pengakuan HAKI. Tanggal 29 Juli 2003 merupakan hari yang paling berharga bagi mereka para pecinta HAKI. Karena pemerintah dengan kekuatan hukumnya telah menunjukkan dukungannya dengan disahkannya UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta, oleh Menteri Kehakiman dan HAM, Yusril Ihza Mahedra. Semenjak keluarnya UU tersebut banyak usaha yang selama ini mengambil untung dari kiat pembajakan tersebut merugi. Banyak yang berbahagia, banyak pula yang kehilangan pencaharian akibat UU tersebut. Bagi seniman, dan pencipta ini merupakan kemerdekaan. Namun, bagi mereka pedagang kaki lima yang biasa disebut PKL, pedagang pinggir toko, dan sebagainya banyak mengalami kerugian.
Disatu sisi HAKI menyebabakan krisis ekonomi menjadi bertambah kompleks. Karena mereka tidak hanya berpikir untuk menjual tapi juga diajak untuk mempertanyakan kembali barang dagangannya. Banyak toko-toko penjual kaset dan vcd bajakan kini di razia. Warnet pun tidak luput dari hal ini, karena Indonesia sendiri terkenal sebagai negara dengan pembajakan terbesar di dunia, menyaingi Cina, mulai dari musik, software, dan bahkan hardware.
Pernah sesekali penulis berkunjung ke sebuah lokasi pembelajaran internet (red: warnet) untuk sekedar browsing. Ternyata disana masih juga ada musik yang dibajak. Namun herannya tidak satupun dari semua musik itu yang bernuansa nasional, semua musik yang dibajak adalah musik luar negeri. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, cinta produk Indonesia dengan membeli produk yang asli. Warnet itu sudah benar-benar menunjukkan bahwa dia cinta Indonesia. Tapi disisi lain, melihat kondisi warnet yang hanya menampilkan lagu-lagu barat dalam setiap harinya akan bisa memberi pengaruh yang kurang baik pada perkembangan nasionalisme orang-orang kita yang juga belajar di warnet tersebut. Ada kecenderungan kebiasaan mendengar lagu luar daripada lagu dalam negeri akan menyebabkan mereka lebih terbiasa mendengarkan lagu-lagu tersebut. Ini berpengaruh pada rasa nasionalisme, mereka jadi lebih suka mendengarkan lagu luar daripada lagu dalam negeri. Ini juga akan berdampak pada menurunnya minat rakyat untuk membeli produk lokal, dikarenakan kebiasaan ini. Kalau dipikir-pikir hal ini justru tidak menjadikan nasionalisme bangsa kita jadi lebih kuat, sebaliknya menjadikannya nasionalisme hanyalah wacana orang-orang atas saja (red: ekonomi mapan) yang benar-
benar bisa menjunjung tinggi HAKI.
Mungkin diperlukan pembahasan lebih jauh, mengenai siap atau tidaknya bangsa kita saat ini untuk menerima keberadaan HAKI. Dari kabar terakhir yang penulis ketahui, bahwa Cina belum menginginkan adanya HAKI di negara nya dikarenakan masih banyaknya rakyat Cina yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ini hanyalah sekedar salah satu pandangan yang penulis dapati sesaat memikirkan mengenai keberadaan HAKI di Indonesia saat ini.
Referensi :
Rahmani T.Y. 2003. HaKI dan Intervensi Negara. http://www.sains.org/haki/. Diakses pada 12 Februari 2008.
Disatu sisi HAKI menyebabakan krisis ekonomi menjadi bertambah kompleks. Karena mereka tidak hanya berpikir untuk menjual tapi juga diajak untuk mempertanyakan kembali barang dagangannya. Banyak toko-toko penjual kaset dan vcd bajakan kini di razia. Warnet pun tidak luput dari hal ini, karena Indonesia sendiri terkenal sebagai negara dengan pembajakan terbesar di dunia, menyaingi Cina, mulai dari musik, software, dan bahkan hardware.
Pernah sesekali penulis berkunjung ke sebuah lokasi pembelajaran internet (red: warnet) untuk sekedar browsing. Ternyata disana masih juga ada musik yang dibajak. Namun herannya tidak satupun dari semua musik itu yang bernuansa nasional, semua musik yang dibajak adalah musik luar negeri. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga, cinta produk Indonesia dengan membeli produk yang asli. Warnet itu sudah benar-benar menunjukkan bahwa dia cinta Indonesia. Tapi disisi lain, melihat kondisi warnet yang hanya menampilkan lagu-lagu barat dalam setiap harinya akan bisa memberi pengaruh yang kurang baik pada perkembangan nasionalisme orang-orang kita yang juga belajar di warnet tersebut. Ada kecenderungan kebiasaan mendengar lagu luar daripada lagu dalam negeri akan menyebabkan mereka lebih terbiasa mendengarkan lagu-lagu tersebut. Ini berpengaruh pada rasa nasionalisme, mereka jadi lebih suka mendengarkan lagu luar daripada lagu dalam negeri. Ini juga akan berdampak pada menurunnya minat rakyat untuk membeli produk lokal, dikarenakan kebiasaan ini. Kalau dipikir-pikir hal ini justru tidak menjadikan nasionalisme bangsa kita jadi lebih kuat, sebaliknya menjadikannya nasionalisme hanyalah wacana orang-orang atas saja (red: ekonomi mapan) yang benar-
benar bisa menjunjung tinggi HAKI.
Mungkin diperlukan pembahasan lebih jauh, mengenai siap atau tidaknya bangsa kita saat ini untuk menerima keberadaan HAKI. Dari kabar terakhir yang penulis ketahui, bahwa Cina belum menginginkan adanya HAKI di negara nya dikarenakan masih banyaknya rakyat Cina yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ini hanyalah sekedar salah satu pandangan yang penulis dapati sesaat memikirkan mengenai keberadaan HAKI di Indonesia saat ini.
Referensi :
Rahmani T.Y. 2003. HaKI dan Intervensi Negara. http://www.sains.org/haki/. Diakses pada 12 Februari 2008.
Kamis, 14 Februari 2008
Maze me on Valentine
Minggu, 10 Februari 2008
instalasi driver wireless intel pro wireless 2200 pada SuSE GNU/Linux 10.1
download driver di situs :
http://ipw2200.sf.net/firmware.php.
extract driver sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :
LICENSE A copy of the firmware license
ipw-[version]-boot.fw Boot strap image
ipw-[version]-bss_ucode.fw Used in BSS mode
ipw-[version]-bss.fw Used in BSS mode
ipw-[version]-ibss_ucode.fw Used in IBSS mode
ipw-[version]-ibss.fw Used in IBSS mode
ipw-[version]-sniffer.fw Used in Monitor mode
ipw-[version]-sniffer_ucode.fw Used in Monitor mode
contoh yang digunakan pada artikel ini adalah :
ipw-2.4-boot.fw
ipw-2.4-bss.fw
ipw-2.4-bss_ucode.fw
ipw-2.4-ibss.fw
ipw-2.4-ibss_ucode.fw
ipw-2.4-sniffer.fw
ipw-2.4-sniffer_ucode.fw
untuk linux SuSE tempatkan semua file diatas pada lokasi /lib/firmware
atau untuk lainnya tempatkan di /usr/lib/hotplug/firmware
reboot komputer
load driver menggunakan perintah :
# modprobe ipw2200 <--- You need to run this as root
untuk melihat hasilnya gunakan perintah :
# lsmod | grep ipw2200
ipw2200 92980 0
ieee80211 28232 1 ipw2200
firmware_class 9856 2 pcmcia,ipw2200
=========================================================================================
10. LOADING FIRMWARE VIA HOT-PLUG
-----------------------------------------------
Before you can load the driver, you need the firmware image. You can find
instructions for obtaining the firmware by going to:
http://ipw2200.sf.net/firmware.php.
Once you have the firmware, unzip the archive. You should find seven
files within it:
LICENSE A copy of the firmware license
ipw--boot.fw Boot strap image
ipw--bss_ucode.fw Used in BSS mode
ipw--bss.fw Used in BSS mode
ipw--ibss_ucode.fw Used in IBSS mode
ipw--ibss.fw Used in IBSS mode
ipw--sniffer.fw Used in Monitor mode
ipw--sniffer_ucode.fw Used in Monitor mode
You need to place all of these files into the hotplug firmware directory,
e.g. /usr/lib/hotplug/firmware/ or /lib/firmware/. Check the contents
of the /etc/hotplug/firmware.agent to determine the specific location for your
distribution.
If you do not have /etc/hotplug/firmware.agent, then you need to upgrade your
hotplug scripts to something later than 2003_10_07. You can obtain the latest
hotplug scripts via the following link (look for hotplug,
not firmwarehotplug):
http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=17679
Also, make sure that your kernel supports the hotplug firmware loader. See the
section above, KERNEL REQUIREMENTS -- Configuration, on CONFIG_FW_LOADER .
NOTE: Loading this firmware image will not affect the ipw2200 in any other
operating systems you may boot. Each OS keeps its own copy of the firmware,
and loads its own copy onto the hardware each time the OS initializes the
card.
11. LOADING THE DRIVER
-----------------------------------------------
Before loading ipw2200.ko, the ieee80211 driver needs to be loaded first.
If you've properly installed ieee80211 and ipw2200 (and done depmod -a,
which make install does), the following should load both:
# modprobe ipw2200 <--- You need to run this as root
If built with DEBUG (default for ipw2200-1.0.6 and earlier, assuming it's not
overridden by kernel config file -- see BUILDING EXTERNAL section), the driver
can be loaded with a debug mode (a bit map of debug options) which you can
select from running the following script, found in the ipw2200 source tree:
% . dvals (shows debug options)
% modprobe debug=0x43fff (this is a good value for a useful debug log)
OR
% . load debug=0x43fff
The ieee80211 module has a similar debug option. Run idval in the ieee80211
source tree to see its debug options.
There are several other useful load-time module parameter options for ipw2200.
See README.ipw2200, Command Line Parameters section for more information.
The load script, found in the ipw2200 source directory, is an easy way
to load ieee80211, several of its cryptography modules, and ipw2200. It's a
bit more complete (it loads some extra decryption modules), and automatic,
than modprobe ipw2200. It uses modprobe to load the ieee80211 components
from their installed location, but insmod to load the ipw2200 driver directly
from its build directory.
load also looks at the ipw2200 Makefile to see if CONFIG_IPW2200_DEBUG is
set, and will automatically load it with a default debug mode (and you can,
of course, edit the load script to modify the default debug mode).
# . load <--- You need to run this as root
# . unload <--- You need to run this as root
http://ipw2200.sf.net/firmware.php.
extract driver sehingga diperoleh hasil sebagai berikut :
LICENSE A copy of the firmware license
ipw-[version]-boot.fw Boot strap image
ipw-[version]-bss_ucode.fw Used in BSS mode
ipw-[version]-bss.fw Used in BSS mode
ipw-[version]-ibss_ucode.fw Used in IBSS mode
ipw-[version]-ibss.fw Used in IBSS mode
ipw-[version]-sniffer.fw Used in Monitor mode
ipw-[version]-sniffer_ucode.fw Used in Monitor mode
contoh yang digunakan pada artikel ini adalah :
ipw-2.4-boot.fw
ipw-2.4-bss.fw
ipw-2.4-bss_ucode.fw
ipw-2.4-ibss.fw
ipw-2.4-ibss_ucode.fw
ipw-2.4-sniffer.fw
ipw-2.4-sniffer_ucode.fw
untuk linux SuSE tempatkan semua file diatas pada lokasi /lib/firmware
atau untuk lainnya tempatkan di /usr/lib/hotplug/firmware
reboot komputer
load driver menggunakan perintah :
# modprobe ipw2200 <--- You need to run this as root
untuk melihat hasilnya gunakan perintah :
# lsmod | grep ipw2200
ipw2200 92980 0
ieee80211 28232 1 ipw2200
firmware_class 9856 2 pcmcia,ipw2200
=========================================================================================
10. LOADING FIRMWARE VIA HOT-PLUG
-----------------------------------------------
Before you can load the driver, you need the firmware image. You can find
instructions for obtaining the firmware by going to:
http://ipw2200.sf.net/firmware.php.
Once you have the firmware, unzip the archive. You should find seven
files within it:
LICENSE A copy of the firmware license
ipw--boot.fw Boot strap image
ipw--bss_ucode.fw Used in BSS mode
ipw--bss.fw Used in BSS mode
ipw--ibss_ucode.fw Used in IBSS mode
ipw--ibss.fw Used in IBSS mode
ipw--sniffer.fw Used in Monitor mode
ipw--sniffer_ucode.fw Used in Monitor mode
You need to place all of these files into the hotplug firmware directory,
e.g. /usr/lib/hotplug/firmware/ or /lib/firmware/. Check the contents
of the /etc/hotplug/firmware.agent to determine the specific location for your
distribution.
If you do not have /etc/hotplug/firmware.agent, then you need to upgrade your
hotplug scripts to something later than 2003_10_07. You can obtain the latest
hotplug scripts via the following link (look for hotplug,
not firmwarehotplug):
http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=17679
Also, make sure that your kernel supports the hotplug firmware loader. See the
section above, KERNEL REQUIREMENTS -- Configuration, on CONFIG_FW_LOADER .
NOTE: Loading this firmware image will not affect the ipw2200 in any other
operating systems you may boot. Each OS keeps its own copy of the firmware,
and loads its own copy onto the hardware each time the OS initializes the
card.
11. LOADING THE DRIVER
-----------------------------------------------
Before loading ipw2200.ko, the ieee80211 driver needs to be loaded first.
If you've properly installed ieee80211 and ipw2200 (and done depmod -a,
which make install does), the following should load both:
# modprobe ipw2200 <--- You need to run this as root
If built with DEBUG (default for ipw2200-1.0.6 and earlier, assuming it's not
overridden by kernel config file -- see BUILDING EXTERNAL section), the driver
can be loaded with a debug mode (a bit map of debug options) which you can
select from running the following script, found in the ipw2200 source tree:
% . dvals (shows debug options)
% modprobe debug=0x43fff (this is a good value for a useful debug log)
OR
% . load debug=0x43fff
The ieee80211 module has a similar debug option. Run idval in the ieee80211
source tree to see its debug options.
There are several other useful load-time module parameter options for ipw2200.
See README.ipw2200, Command Line Parameters section for more information.
The load script, found in the ipw2200 source directory, is an easy way
to load ieee80211, several of its cryptography modules, and ipw2200. It's a
bit more complete (it loads some extra decryption modules), and automatic,
than modprobe ipw2200. It uses modprobe to load the ieee80211 components
from their installed location, but insmod to load the ipw2200 driver directly
from its build directory.
load also looks at the ipw2200 Makefile to see if CONFIG_IPW2200_DEBUG is
set, and will automatically load it with a default debug mode (and you can,
of course, edit the load script to modify the default debug mode).
# . load <--- You need to run this as root
# . unload <--- You need to run this as root
Jumat, 08 Februari 2008
Selasa, 05 Februari 2008
Mount NTFS Read/Write di Linux/SuSE 10.3
Setelah sekian lama menggunakan SuSE 10.0 akhirnya upgrade juga ke SuSE 10.3, yang kata empunya lebih stabil dari sebelumnya (SuSE 10.2) terutama pada bagian Start Menu, yang menjadikan ciri khas dari rilisnya SuSE saat itu. Namun kali ini masalah yang penulis temui bukan terletak pada sistem SuSE namun lebih kepada pengaturan konfigurasi mounting partisi NTFS Windows. Saat pertama kali SuSE diinstal, semua partisi NTFS terbaca namun, kita hanya dapat membaca partisi tersebut tanpa dapat melakukan penulisan. Ini terjadi karena belum diaktifkannya opsi baca tulis (rw) pada konfigurasi dari file /etc/fstab. Sebagai solusinya kita dapat menambahkan entri (rw) pada file /etc/fstab untuk masing-masing partisi NTFS yang ada. Berikut ini contoh penggunaannya :
/dev/sda1 /mnt/hda1 ntfs-3g rw,users,gid=users,fmask=133,dmask=022 0 0
yang perlu diperhatikan untuk hal ini ada pada bagian yang ditebalkan diatas. Untuk sistem filenya gunakan NTFS-3g sedangkan opsi yang ditambahkan adalah rw.
Untuk mount USB Flash Disk yang tidak memiliki entri ada /etc/fstab, dapat dengan mount manual, sebagai berikut :
mount -t ntfs-3g -o rw,users,gid=users,fmask=133,dmask=022 /dev/sda1 /mnt/hda1
referensi :
/dev/sda1 /mnt/hda1 ntfs-3g rw,users,gid=users,fmask=133,dmask=022 0 0
yang perlu diperhatikan untuk hal ini ada pada bagian yang ditebalkan diatas. Untuk sistem filenya gunakan NTFS-3g sedangkan opsi yang ditambahkan adalah rw.
Untuk mount USB Flash Disk yang tidak memiliki entri ada /etc/fstab, dapat dengan mount manual, sebagai berikut :
mount -t ntfs-3g -o rw,users,gid=users,fmask=133,dmask=022 /dev/sda1 /mnt/hda1
referensi :
Mount FAT32 / VFAT dengan menggunakan penamaan Windows NT
Terkadang sering juga ditemui permasalahan dimana, saat pertama kali kita menggunakan Linux dan membaca data yang tersimpan dipartisi windows dengan sistem file FAT, terjadi perubahan dalam penamaan file disana, semua nama file yang ada ditampilkan dalam bentuk huruf kecil oleh Linux. Hal ini disebabkan karena secara default memang sistem Linux akan memount sistem file FAT32 dengan opsi “shortname=lower”, jadi semua file yang ada pada partisi tersebut akan ditampilkan dalam huruf kecil. Untuk dapat mengembalikan penamaan file sesuai adanya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan :
melakukan mount ulang file sistem FAT32
ini dapat dilakukan dengan mengetikan perintah :
# mount -t vfat -o users,gid=users,umask=0002,shortname=winnt /dev/sda1 /mnt/hda1
mengatur file /etc/fstab
kita dapat menambahkan baris berikut pada file /etc/fstab :
/dev/sda1 /mnt/sda1 vfat users,gid=users,umask=0002,shortname=winnt 0 0
Apabila telah selesai dengan konfigurasi diatas restart dahulu komputer untuk mendapatkan perubahan yang dihasilkan.
referensi :
Manual Sistem File vfat Linux.
http://www.mjmwired.net/kernel/Documentation/filesystems/vfat.txt
melakukan mount ulang file sistem FAT32
ini dapat dilakukan dengan mengetikan perintah :
# mount -t vfat -o users,gid=users,umask=0002,shortname=winnt /dev/sda1 /mnt/hda1
mengatur file /etc/fstab
kita dapat menambahkan baris berikut pada file /etc/fstab :
/dev/sda1 /mnt/sda1 vfat users,gid=users,umask=0002,shortname=winnt 0 0
Apabila telah selesai dengan konfigurasi diatas restart dahulu komputer untuk mendapatkan perubahan yang dihasilkan.
referensi :
Manual Sistem File vfat Linux.
http://www.mjmwired.net/kernel/Documentation/filesystems/vfat.txt
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


